Sebuah studi terbaru dari Australia menunjukkan bahwa perempuan paruh baya yang rutin berolahraga dapat mengurangi risiko kematian dini hingga separuhnya. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan jangka panjang perempuan berusia 40 hingga 70 tahun. Peneliti utama Binh Nguyen dari University of Sydney menegaskan bahwa aktivitas fisik yang konsisten selama bertahun-tahun sangat berdampak pada penurunan risiko kematian dini.
Studi ini melibatkan 11.169 perempuan yang lahir antara 1946 hingga 1951 dan tergabung dalam Studi Longitudinal Kesehatan Wanita Australia (ALSWH). Dengan melacak aktivitas fisik peserta selama 15 tahun, penelitian ini dapat membandingkan efek antara kelompok yang rutin berolahraga dan yang tidak, dengan pendekatan yang menyerupai uji coba terkontrol secara acak dalam jangka panjang.
Hasil studi menunjukkan bahwa angka kematian hanya 5,3 persen pada perempuan yang memenuhi pedoman aktivitas fisik secara konsisten, dibandingkan dengan 10,4 persen pada yang tidak. Rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melakukan minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per pekan bagi orang dewasa ternyata belum dipenuhi oleh sebagian besar individu. Data dari Australian Institute of Health and Welfare menunjukkan bahwa 37 persen individu usia 18-64 tahun dan 57 persen usia 65 tahun ke atas tidak cukup aktif secara fisik.












