Risiko Kesehatan Nail Art: Fakta yang Perlu Diketahui

Industri kecantikan semakin tergila-gila dengan tren kuku yang mengilap, tahan lama, dan penuh seni. Layanan manikur gel dan kuku akrilik (nail art) menjadi obsesi global. Namun, di balik kecantikan tersebut, terdapat perhatian serius terkait dampak kesehatan yang mengkhawatirkan.

Pada 2025, Uni Eropa resmi melarang penggunaan bahan TPO (Trimethylbenzoyl diphenylphosphine oxide/TPO) dalam cat kuku gel karena khawatir tentang potensi dampak negatifnya terhadap kesuburan atau janin yang sedang berkembang, berdasarkan hasil studi pada hewan. Meskipun dampak TPO pada manusia masih diperdebatkan, kehati-hatian tetap diperlukan.

Selain TPO, kekhawatiran lain muncul terkait alergi terhadap bahan kimia seperti Hema yang biasa digunakan dalam nail art. Alergi ini dapat memiliki konsekuensi yang lebih luas bagi kesehatan, tidak hanya terbatas pada masalah kuku. Bahkan, ke depannya, bisa menyulitkan prosedur medis seperti pengisian gigi, perekat medis, dan operasi katarak.

Risiko kesehatan ini juga berpotensi pada para pekerja salon yang secara rutin terpapar bahan kimia berbahaya. Perlu adanya kesadaran akan bahaya tersebut agar dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Dengan semua potensi risiko ini, penting untuk lebih memperhatikan keamanan dan kesehatan dalam tren kecantikan, termasuk manikur gel dan nail art.

Source link