Berita  

Optimalkan Pertumbuhan Ekosistem Industri Halal di Kalsel

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sedang fokus untuk memperkuat ekosistem industri halal di wilayah tersebut guna meningkatkan daya saing global industri dan UMKM. Salah satu langkah yang ditekankan adalah sertifikasi halal produk-produk UMKM, menyadari bahwa belum semua UMKM memiliki sertifikasi halal. Ekosistem halal dilihat sebagai bagian dari visi dan misi pembangunan daerah yang mencakup halal food dan keuangan syariah. Ini merupakan suatu sistem terintegrasi yang menghubungkan produsen, bahan baku, keuangan syariah, dan konsumen sesuai dengan prinsip syariah.

Penguatan ini juga termasuk dalam upaya untuk meningkatkan daya saing global UMKM. Selain fasilitasi sertifikasi halal, pelatihan SDM, serta pembuatan kemasan produk yang ramah lingkungan dan modern juga diberikan melalui Balai Koperasi dan UKM. Akan tetapi, kebijakan sertifikasi halal ini di lapangan masih dihadapkan pada berbagai tantangan seperti kurangnya sosialisasi, kesadaran pelaku UMKM, dan lokasi UMKM yang tersebar di pelosok daerah.

Data dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel menunjukkan bahwa terdapat 3.057 unit koperasi di wilayah tersebut pada tahun 2024, tanpa termasuk koperasi merah putih (KMP) yang sedang dibangun pemerintah di desa dan kelurahan. Sementara jumlah UMKM di Kalimantan Selatan mencapai 509.766 unit, terdiri dari usaha mikro, kecil, dan menengah. Pemerintah setempat, melalui Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan ekonomi berbasis syariah dengan penguatan ekosistem halal, guna mendorong daya saing UMKM dan memperluas akses keuangan syariah serta literasi keuangan di wilayah tersebut.

Source link