DBD Ancaman Serius: 1 Juta Pasien Dirawat Inap di Indonesia

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia dan dunia. Tingginya jumlah kasus tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga menimbulkan beban ekonomi yang besar bagi sistem kesehatan. Menurut data World Health Organization (WHO), pada 2024 terdapat sekitar 14,6 juta kasus dengue di dunia dengan lebih dari 12 ribu kematian. Angka tersebut menunjukkan bahwa penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini masih menjadi tantangan kesehatan global.

Di Indonesia, DBD juga memiliki dampak yang signifikan. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, sepanjang 2024 tercatat 1.055.255 kasus rawat inap akibat DBD di berbagai fasilitas kesehatan dengan beban ekonomi hampir Rp 3 triliun dalam satu tahun. Besarnya angka tersebut mengindikasikan bahwa DBD tidak hanya berdampak pada pasien yang terinfeksi, tetapi juga mempengaruhi sistem kesehatan dan perekonomian secara luas.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menekankan bahwa dengue merupakan ancaman yang hadir sepanjang tahun di Indonesia, sehingga upaya pencegahan perlu diperkuat. Pentingnya edukasi masyarakat dalam menekan penularan penyakit ini menjadi fokus. Sementara itu, perwakilan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan komunitas, dalam pengendalian DBD dengan pendekatan berbasis komunitas.

Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia, Prof Fachmi Idris, menambahkan perlunya kolaborasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyakit menular seperti DBD. Dia menilai keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan menjadi kunci penting dalam menekan penyebaran penyakit tersebut. DBD adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dengan gejala seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta bintik merah pada kulit.

Para ahli kesehatan menekankan pentingnya langkah pencegahan seperti pemberantasan sarang nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala demam tinggi. Dengan angka kasus yang tinggi dan dampak ekonomi yang besar, upaya pencegahan yang kuat serta kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk mengatasi penyebaran DBD di Indonesia.

Source link