Penuhi Mikronutrien dengan SPPG untuk Cegah Hidden Hunger

Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Fitrah Ernawati, mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia untuk memperhatikan mikronutrien guna mencegah hidden hunger. Hidden hunger merupakan kondisi malnutrisi di mana asupan kalori mencukupi namun tubuh kekurangan mikronutrien vital seperti zat besi, zinc, yodium, dan vitamin A. Fitrah menekankan bahwa menu harus mengandung zat-zat tersebut, tidak hanya kalori. Sebagai contoh, ia menyebut menu standar yang sehat seperti nasi, tumis brokoli, tahu goreng, daging masak teriyaki, dan buah pisang.

Dalam setiap porsi makanan, perhatian khusus diberikan pada sumber zat besi dan zinc. Zat besi hewani bisa didapatkan dari daging, sementara zinc terdapat dalam daging dan penting untuk proses penyerapan protein. Fitrah menekankan pentingnya zat besi untuk membentuk hemoglobin pengangkut oksigen, sementara zinc vital untuk memori jangka panjang dan fungsi sistem saraf. Menu yang disajikan di setiap SPPG diharapkan sudah memenuhi standar zat gizi mikro yang dibutuhkan seperti zat besi, zinc, vitamin B12, dan lainnya.

Fitrah mendorong adanya konsistensi dalam pemberian standar mikronutrien di seluruh SPPG di Indonesia, untuk mencegah risiko kekurangan zat gizi mikro pada anak seperti mengantuk, kurang konsentrasi, dan kelelahan. Penting untuk memastikan bahwa Makanan Bergizi Seimbang (MBG) tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, namun juga zat gizi mikro seperti zat besi, zinc, dan vitamin B12 sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Dengan adanya perhatian khusus pada aspek nutrisi ini, diharapkan dapat mencegah munculnya hidden hunger dan mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.

Source link