Eksperimen: Remaja Indonesia Kuatkan Empati dalam 10 Hari

Remaja Indonesia saat ini sering kali dianggap sebagai generasi yang rentan terhadap gangguan mental. Namun, sebuah eksperimen sosial yang dilakukan di lingkungan sekolah menunjukkan hasil yang berbeda. Menurut program “Cek Teman Sebelah 2.0: Laporkan Kebaikan Teman” yang diprakarsai oleh Health Collaborative Center (HCC), remaja Indonesia sebenarnya memiliki sikap empati yang kuat. Eksperimen yang melibatkan 699 siswa SMA di Jakarta menunjukkan bahwa melaporkan kebaikan teman selama 10 hari dapat meningkatkan empati dan sikap prososial remaja secara signifikan.

Dalam program ini, siswa yang aktif melaporkan kebaikan teman menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam empati dan prososial, serta kemampuan untuk memahami sudut pandang orang lain. Temuan dari eksperimen ini juga menunjukkan bahwa pelaporan kebaikan teman mampu memperkuat fondasi psikologis remaja dalam waktu singkat. Lebih dari itu, praktik tersebut juga membuat siswa lebih bersedia untuk mengucapkan terima kasih, mengapresiasi, dan memberikan balasan kebaikan kepada sesama.

Dari aspek emosional remaja yang diukur, termasuk gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, relasi teman sebaya, skor kesulitan, dan prososial, serta aspek empati, hasilnya menunjukkan bahwa pelatihan prososial melalui program Cek Teman Sebelah ini dapat meningkatkan empati, solidaritas, dan memperkuat hubungan antar teman sebaya. Temuan ini memberikan arahan untuk pengembangan strategi intervensi lebih lanjut dalam meningkatkan kesejahteraan mental remaja Indonesia.

Source link