Pemerhati Politik dan Kebangsaan, Rizal Fadillah, mengkritik perubahan arah politik luar negeri Indonesia yang dianggap mengkhianati prinsip politik bebas aktif. Menurutnya, dengan bergabung dalam aliansi Board of Peace (BoP) bersama Amerika Serikat dan Israel, Indonesia telah melanggar identitas Non Blok yang telah lama dipegang teguh. Rizal menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam aliansi tersebut merupakan tandanya pergeseran dari identitas politik luar negeri yang telah dianut sebelumnya.
Rizal juga menyoroti bahwa langkah tersebut mencerminkan ketidaksetiaan terhadap prinsip anti-imperialisme dan independensi politik Indonesia. Dengan duduk bersama negara imperialis seperti Israel, Indonesia dianggap telah menyimpang dari prinsip-prinsip tersebut. Politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut Indonesia sejatinya memberikan jaminan untuk tidak bergabung dalam aliansi militer atau blok politik besar manapun. Hal ini sejalan dengan semangat menjaga independensi politik, kedaulatan, serta netralitas dalam konflik internasional.
Rizal menekankan bahwa semangat politik luar negeri bebas aktif mencakup perjuangan untuk negara berkembang serta menolak intervensi asing. Dengan bergeser ke arah aliansi dengan kekuatan militer asing, Indonesia dianggap telah melanggar prinsip-prinsip tersebut. Kritik tajam Rizal terhadap Prabowo dan aliansi Amerika-Israel melalui BoP menyoroti perubahan signifikan dalam arah politik luar negeri Indonesia yang telah dikenal dengan prinsip politik Non Blok.












