Bahaya Campak pada Anak: Tanda-tanda dan Gejala

Campak masih menjadi penyakit menular yang perlu diwaspadai orang tua. Saat anak terinfeksi campak, nafsu makan biasanya menurun drastis sehingga penting bagi orang tua mengetahui asupan terbaik dalam kondisi tersebut. Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis, Prof dr Anggraini Alam, menjelaskan bahwa pada masa campak, lapisan epitel tubuh anak sedang terganggu, membuat mereka rentan mengalami gangguan pencernaan seperti muntah dan diare. Oleh karena itu, asupan cairan menjadi hal paling utama yang harus diperhatikan.

Cairan terbaik bagi anak yang sedang mengalami campak adalah cairan yang dapat menggantikan gula dan garam tubuh yang hilang akibat muntah dan diare. Beberapa minuman yang direkomendasikan antara lain larutan gula dan garam, air kelapa, serta air sup atau kuah kaldu. Ketika anak muntah, disarankan untuk diamkan selama 10 menit sebelum mencoba memberikan minuman lagi secara perlahan. Selain asupan cairan, makanan tetap boleh diberikan sesuai kemampuan anak, namun disesuaikan dengan kondisi yang sedang dialami.

Dr Anggaraini juga mengingatkan adanya tanda bahaya yang harus diwaspadai, seperti muntah dan diare terus-menerus, kejang, tampak kebiruan, sesak napas berat, hingga tidak mampu minum. Jika anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera bawa ke rumah sakit. Dalam situasi seperti ini, perhatian dan penanganan yang cepat sangat penting untuk memastikan kondisi anak tetap stabil.

Source link