Partai PDI Perjuangan menghadapi tantangan besar dalam Pemilu 2029 dengan potensi peningkatan kekuatan Gerindra yang agresif di pemilihan legislatif. Untuk mengantisipasi hal tersebut, analis komunikasi politik Hendri Satrio menyarankan agar partai berlambang banteng moncong putih ini mempertimbangkan pencalonan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden. Menurut Hensa, pencalonan Megawati bukan sekadar soal simbol partai, melainkan strategi politik yang dapat memberikan efek ekor jas besar bagi PDI Perjuangan. Ia menilai kehadiran Megawati dapat mengubah dinamika kontestasi, terutama ketika berhadapan dengan Prabowo Subianto yang kemungkinan besar akan maju sebagai petahana pada Pilpres 2029.
Hendri Satrio menegaskan bahwa Megawati masih menjadi magnet kuat bagi mesin partai dan basis pemilih inti PDI Perjuangan. Menurutnya, Megawati akan memberikan dampak positif terhadap perolehan suara legislatif partai tersebut. Meskipun peluang kemenangan Megawati menghadapi Prabowo tidak besar, dampak pencalonannya terhadap perolehan suara legislatif sangat signifikan. Selain faktor eksternal, Hensa juga mengingatkan risiko intrik internal jika PDI Perjuangan mengajukan calon selain Megawati, seperti Pramono Anung, Puan Maharani, atau Ganjar Pranowo. Ia menilai pencalonan Megawati bisa menjadi langkah strategis untuk membuka ruang transisi kepemimpinan yang lebih halus di masa mendatang.
Hendri Satrio memperkirakan Gerindra akan menggenjot usaha untuk meraih sekitar 35% suara legislatif pada 2029, angka yang menurutnya tidak mustahil dicapai. Oleh karena itu, PDI Perjuangan harus mengeluarkan kartu truf terkuatnya, yaitu Megawati Soekarnoputri, agar tetap bertahan di tataran elit politik nasional.”Dorong Megawati Maju Pilpres 2029, PDI Perjuangan Siapkan Kartu Truf Hadapi Gerindra”












