Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, memberikan tanggapan terhadap pernyataan aktivis sosial Said Didu mengenai Presiden Prabowo Subianto yang disebut tidak lagi tunduk kepada Presiden ke-7, Jokowi. Menurut Dian, narasi yang dibangun oleh Said Didu terkesan tidak konsisten dan cenderung kontradiktif. Dian menegaskan bahwa bahkan alasan-alasan yang digunakan untuk mendukung tudingan tersebut juga berasal dari pihak yang sama. Hal ini menunjukkan inkonsistensi dalam membangun opini publik, sehingga Dian melontarkan sindiran tajam terhadap Said Didu.
PSI, yang mengusung Jokowisme sebagai ideologi Partai, menyatakan bahwa wacana mengenai relasi antara Prabowo dan presiden dua periode tersebut seringkali dibesar-besarkan dan menjadi polemik politik yang tidak produktif. Menurut Dian, pemerintahan saat ini seharusnya dinilai berdasarkan kinerja dan program yang dijalankan, bukan spekulasi mengenai hubungan personal antara tokoh-tokoh politik. Ia juga mengingatkan publik agar tidak mudah terpengaruh oleh opini yang tidak didasari oleh fakta yang jelas.
Said Didu sendiri berpendapat bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak berada di bawah bayang-bayang Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Said Didu dalam program Rosi yang tayang di KompasTV. Menurutnya, Prabowo saat ini menciptakan identitasnya sendiri dan tidak tunduk kepada Jokowi seperti yang dinyatakan oleh orang lain.












