Perubahan Iklim Dorong Nyamuk DBD Lebih Agresif

Perubahan iklim telah berperan penting dalam peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia, menurut Kementerian Kesehatan RI. Suhu global yang meningkat seperti El Nino membuat nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit dengue, menjadi lebih aktif, agresif, dan berpotensi meningkatkan penularan ke manusia. Ketua Tim Kerja Penyakit Akibat Tular Vektor, Zoonotik, Gigitan Hewan Berbisa, dan Tanaman Beracun Kemenkes, dr Fadjar SM Silalahi, menjelaskan bahwa suhu yang lebih hangat mendorong nyamuk untuk menggigit lebih sering guna mencari darah untuk membiak. Hal ini menyebabkan peningkatan kasus dengue, terutama setelah terjadinya El Nino seperti yang terjadi pada tahun 2024, di mana suhu rata-rata nasional mencapai 27,5 derajat Celsius. Pada tahun yang sama, kasus dengue mencapai rekor tertinggi dengan 257.271 kasus dan 1.461 kematian yang terjadi di seluruh provinsi Indonesia. Fenomena El Nino juga memiliki pengaruh global, terbukti dengan terjadinya sekitar 14 juta kasus dengue di seluruh dunia. Dr Fadjar menekankan bahwa setiap kali terjadi El Nino yang signifikan, kasus DBD cenderung meningkat, menandakan dampak iklim yang signifikan terhadap peningkatan kasus dengue.

Source link