Penumpang pesawat berjalan melewati area pemeriksaan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Denpasar di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (29/1/2026). Pengelola Bandara Bali bersama dengan instansi terkait melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh terhadap penumpang yang tiba di Bali dengan memasang sejumlah alat thermal scanner di area kedatangan internasional dan domestik guna mencegah penularan virus Nipah.
Kabar merebaknya virus Nipah di India sejak bulan September tahun sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menyikapi situasi ini, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya penguatan karantina kesehatan sebagai langkah preventif untuk mencegah masuknya virus Nipah ke Indonesia. Dia menyoroti perlunya pengawasan yang ketat di bandara untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.
Benjamin menjelaskan bahwa virus Nipah adalah penyakit yang sangat menular dan memiliki tingkat kematian yang tinggi meskipun kasusnya di seluruh dunia relatif sedikit dan tidak sebesar Covid-19. Meskipun virus Nipah belum terdeteksi masuk ke Indonesia, kewaspadaan tetap diperlukan melalui kontrol yang ketat di pintu masuk negara. Gejala umum dari virus Nipah mencakup demam dan panas, yang dapat berkembang menjadi infeksi paru-paru yang berat dan berpotensi fatal.
Meskipun hingga saat ini belum ada tanda virus Nipah masuk ke Indonesia, langkah-langkah pencegahan dan kewaspadaan perlu terus ditingkatkan. Kontrol ketat dan pengawasan di bandara serta penegakan protokol kesehatan yang ketat diharapkan dapat meminimalkan risiko penyebaran virus ini ke wilayah Indonesia.












