5 Kebiasaan Berpotensi Picu Cacingan pada Anak

Penyakit cacingan masih menjadi permasalahan kesehatan, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Anak-anak rentan terinfeksi karena kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan diri, namun dewasa pun tetap berisiko. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit cacing yang biasanya menyerang saluran pencernaan atau usus manusia. Di Indonesia, cacingan termasuk endemis dengan sekitar 20-30 persen anak terinfeksi, bahkan dapat mencapai 60-90 persen di beberapa daerah terpencil.

Beberapa jenis cacing yang sering menginfeksi manusia antara lain cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk, dan cacing kremi. Gejala infeksi cacing kerap tidak terlihat pada tahap awal, namun bisa mencakup kekurangan gizi, anemia, nyeri perut, diare, gatal di sekitar anus, hingga gangguan tidur. Infeksi cacing juga berkontribusi terhadap risiko stunting karena cacing dapat menghambat pertumbuhan anak.

Pencegahan cacingan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan sebelum makan, menggunakan alas kaki saat di luar ruangan, dan mengonsumsi makanan bersih dan matang. Pemerintah juga telah menyediakan program minum obat cacing gratis setiap enam bulan sebagai upaya pencegahan jangka panjang. Dr. Yenny menekankan bahwa pencegahan cacingan jauh lebih mudah daripada pengobatannya. Oleh karena itu, penting untuk tidak meremehkan masalah cacingan dan selalu menerapkan perilaku hidup sehat.

Source link