Ahli gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia (ISNA), Dr. Rita Ramayulis, menegaskan bahwa susu seharusnya tidak dianggap sebagai pengganti makanan utama bagi anak. Rita menjelaskan bahwa susu sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari makanan lengkap, terutama pada pagi hari atau sebagai camilan. Ia menekankan pentingnya anak tetap mengonsumsi makanan lengkap, terutama saat makan utama seperti saat makan siang.
Menurut Rita, susu seharusnya hanya menjadi pelengkap makanan utama anak karena menyediakan protein dan kalsium. Jika anak menggantikan makanan utama dengan susu, anak berisiko mengalami kekurangan gizi, misalnya kurangnya asupan karbohidrat kompleks. Rita juga menyoroti bahwa makanan cair seperti susu tidak memberikan serat dan tidak menyediakan keseimbangan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, dan mikronutrien.
Sebagai dosen Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Faletehan, Rita menekankan bahwa anak-anak sedang dalam masa pembelajaran dan pembentukan kebiasaan makan yang baik. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak tentang pola makan yang sehat. Orang tua disarankan untuk memperhatikan pemenuhan gizi anak, terutama bagi anak yang lebih suka minum susu daripada makan makanan utama.
Rita menyarankan agar orang tua bersama anak menyepakati menu makanan yang sesuai dengan selera dan gizi yang dibutuhkan. Jika anak kurang mendapatkan nutrisi tertentu dari makanan utama, susu bisa menjadi alternatif sebagai camilan bersama dengan makanan lain seperti buah-buahan. Dengan pendekatan ini, diharapkan anak dapat tetap mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang.
Sumber: ANTARA












