Mengetahui Fakta Sebuah Mitos: Olahraga Lari Aman untuk Lansia

Berlari memang seringkali dihindari oleh orang tua karena kekhawatiran akan cedera lutut saat usia semakin bertambah. Tetapi menurut pakar olahraga dari University of South Australia, Hunter Bennett, berlari sebenarnya dapat membantu menjaga kekuatan dan kesehatan lutut. Meskipun berlari memberi beban tinggi pada lutut, tubuh sebenarnya dirancang untuk menahan beban ini dan beradaptasi. Setelah berlari, tulang rawan lutut mungkin menipis sesaat tetapi akan kembali normal dalam beberapa jam sehingga membantu nutrisi masuk ke tulang rawan dan membuatnya lebih kuat.

Sejumlah penelitian telah mendemonstrasikan bahwa pelari cenderung memiliki tulang rawan yang lebih tebal dan kepadatan tulang yang lebih baik dibandingkan dengan non-pelari. Bahkan ada indikasi awal bahwa berlari bisa melindungi dari osteoartritis, namun membutuhkan penelitian lebih lanjut. Meskipun demikian, mulai berlari di usia tua bukanlah terlambat. Studi dari tahun 2020 menunjukkan bahwa latihan lompat intensif pada usia 65 tahun ke atas dapat aman dan meningkatkan kekuatan.

Hunter Bennett menyarankan untuk mulai latihan lari secara bertahap dengan metode interval, yakni jalan sebentar, lari sebentar, dan tingkatkan jarak secara perlahan agar otot dan sendi memiliki waktu untuk beradaptasi. Untuk mengurangi risiko cedera, disarankan untuk meningkatkan jarak lari secara bertahap dan untuk memperhatikan asupan nutrisi yang memadai seperti karbohidrat, protein, kalsium, dan vitamin D. Selain itu, pemilihan permukaan lari yang tepat juga penting, misalnya berlari di atas rumput untuk mengurangi dampak pada sendi dibandingkan dengan permukaan keras seperti beton.

Source link