Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di DIY disambut dengan merilis Indeks Integritas Nasional (IIN) 2025 oleh KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan bahwa skor IIN tahun 2025 adalah 72,32, meraih kenaikan sebesar 0,9 poin dari tahun sebelumnya yang berada di level 71,53. Ketua KPK, Setyo Budiyanto menyatakan bahwa secara rata-rata, instansi di Indonesia masih rentan terhadap korupsi, dengan perilaku korupsi yang masih ada di masing-masing instansi. Dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, KPK menyoroti pentingnya inspektorat di daerah untuk proaktif berkoordinasi dengan Kedeputian Pencegahan KPK guna mitigasi risiko korupsi dan pencegahan tindakan korupsi.
Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dilakukan KPK menjadi ukuran dalam menilai integritas lembaga di Indonesia. Namun, KPK menemukan adanya upaya rekayasa untuk meningkatkan nilai SPI. Dalam pengalaman yang ditemukan oleh KPK, terdapat kabupaten yang mengkondisikan hasil survei untuk memperoleh skor SPI yang tinggi. Para pegawai diinstruksikan untuk memberikan jawaban tertentu dalam survei agar skor SPI meningkat. Hal ini menunjukkan adanya pengondisian yang seharusnya tidak terjadi saat menjawab survei, karena skor SPI bukan hanya sebagai angka statistik namun juga mencerminkan realitas yang sebenarnya. KPK telah mengambil langkah antisipasi terhadap temuan tersebut dengan memiliki alat yang dapat mengukur kebenaran hasil survei serta mengidentifikasi upaya rekayasa. (AT/E-4)












