Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah mengembangkan rekomendasi aktivitas fisik yang sesuai dengan usia untuk masyarakat yang mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG). Data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga penduduk Indonesia tidak memenuhi standar aktivitas fisik yang cukup. Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyatakan bahwa CKG tidak hanya bertujuan untuk memberikan resep obat saja, tetapi juga untuk memberikan rekomendasi terkait aktivitas fisik yang kurang. Berdasarkan rekomendasi dari WHO, semua orang seharusnya berolahraga minimal 30 menit setiap hari, namun data SKI menunjukkan bahwa 95,6 persen penduduk Indonesia kurang aktif secara fisik.
Melalui CKG, pemerintah akan memberikan rekomendasi aktivitas fisik sesuai dengan usia setiap individu yang melibatkan puskesmas di seluruh Indonesia. Maria mengungkapkan bahwa tahun depan, CKG akan diperluas ke klinik-klinik pratama sebagai bagian dari perubahan paradigma baru di dunia kesehatan yang lebih menekankan pada pencegahan daripada pengobatan. Untuk menilai tingkat kesehatan seseorang, lima hal yang perlu diperhatikan adalah komposisi tubuh, daya tahan jantung dan perut, kekuatan otot, fleksibilitas, dan daya tahan otot. Pendekatan ini bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat menjadi pencegahan agar dapat hidup sehat, bugar, dan berdaya.












