Bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menyebabkan peningkatan jumlah korban. Data terbaru dari BNPB per 1 Desember menunjukkan 604 orang meninggal dunia, 464 orang hilang, 2.600 orang luka-luka, dan 570 ribu orang mengungsi. IDI memperingatkan bahwa kondisi darurat bencana dapat memicu penyebaran penyakit, terutama diare karena keterbatasan air bersih. Selain itu, penyakit seperti leptospirosis, demam berdarah, malaria, ISPA, pneumonia, dermatitis, dan skabies juga meningkat akibat genangan banjir dan peningkatan kepadatan pengungsian.
IDI dan tim gabungan berusaha mencegah KLB penyakit dengan menyediakan bantuan air bersih, sanitasi, manajemen pengungsian, hygiene kit, perlengkapan tidur, tenda, dan layanan kesehatan. Tim Satgas IDI sudah menjangkau lokasi terdampak untuk memberikan layanan kesehatan dan terus mengirim relawan dokter. Dr. Putro mengingatkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, logistik, dan kebutuhan keluarga. Pemerintah didorong untuk mempercepat bantuan dan mengoptimalkan jalur logistik. Semoga upaya ini dapat meringankan beban korban bencana.












