Wanita hamil termasuk kelompok paling berisiko mengalami hipertensi paru, sebuah kondisi langka yang mempengaruhi pembuluh darah arteri di paru-paru dan sisi kanan jantung. Menurut dr. Hary Sakti Muliawan, seorang dokter spesialis jantung, kehamilan menyebabkan tubuh membentuk gumpalan darah untuk mencegah perdarahan saat persalinan, yang jika terbawa ke jantung dan arteri paru-paru setelah melahirkan, dapat meningkatkan tekanan pada paru-paru. Kondisi ini dapat mengarah pada hipertensi paru dan menurunkan kapasitas jantung kanan. Selain faktor pembekuan darah, perubahan hormonal dan sistem imun selama kehamilan juga dapat menjadi pemicu hipertensi paru, terutama pada pasien yang rentan secara genetik. Gejala hipertensi paru pascakehamilan meliputi sesak napas, kelelahan yang tidak wajar, pembengkakan kaki yang persisten, dan nyeri dada. Penting untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala tersebut, karena pengobatan masih terbatas dan deteksi dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Konsultasi medis segera direkomendasikan untuk memantau kesehatan jantung dan paru-paru selama kehamilan dan pasca melahirkan, dan deteksi saat tahap ringan lebih baik daripada saat sudah memasuki tahap berat.
Penyebab Hipertensi Paru pada Ibu Hamil: Menurut Dokter
Read Also
Recommendation for You

Sebuah studi terbaru mengungkap hubungan antara screen time dan gejala yang berkaitan dengan ADHD (Attention…

Cuaca ekstrem dan musim hujan dapat membawa risiko kesehatan bagi anak-anak. Dr. Darmawan Budi Setyanto…

Masalah kesehatan seksual seringkali membuat pasien pria merasa malu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Dokter…

Seseorang yang mengalami sindrom metabolik juga mengalami kesulitan dalam mengendalikan kadar kolesterol jahat atau LDL…

Generasi Z, yang merupakan orang yang lahir antara tahun 1997-2012, dikenal rentan mengalami stres dan…







