Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata, terutama dalam menekan angka stunting. Data terbaru dari Dinas Kesehatan Jayapura menunjukkan penurunan angka stunting dari 21,3 persen pada 2023 menjadi 15,15 persen pada September 2025, membuktikan bahwa menyediakan makanan bergizi memiliki dampak positif pada kesehatan anak. Selain aspek gizi, keamanan pangan juga menjadi fokus utama pemerintah, dengan langkah-langkah penanganan dan evaluasi kebijakan untuk mencegah insiden terkait keamanan pangan. Untuk mendukung program ini, kualitas para penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditingkatkan melalui pelatihan yang diadakan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Ir Doddy, menyoroti pentingnya keterlibatan ahli gizi dalam menyusun menu MBG berdasarkan standar kualitas yang telah ditetapkan. Menu MBG telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi berdasarkan usia dan merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang angka kecukupan gizi harian. Program ini memberikan dampak positif dalam upaya menangani masalah gizi di Indonesia.
Pengaruh MBG pada Pola Makan Anak: Tinjauan Pakar
Read Also
Recommendation for You

Anak Sering Diabaikan karena Ponsel: Bahaya Technoference bagi Keluarga Masalah kecanduan gawai tidak hanya berdampak…

Dokter Geriatri: Perlakukan Lansia dengan Bijaksana Banyak keluarga mengira bentuk kasih sayang terbaik kepada orang…

Penelitian: Jumlah Bakteri Baik pada Bayi Baru Lahir Dipengaruhi Proses Persalinan Bayi yang lahir melalui…

Manfaat Ikan Gabus untuk Pemulihan Ibu Pasca Melahirkan Ikan gabus diketahui memiliki manfaat besar bagi…








