Suara ibu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan otak bayi prematur. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Human Neuroscience dan dipimpin oleh peneliti dari Stanford Medicine menunjukkan bahwa bayi prematur yang mendengarkan rekaman suara ibu mengalami perkembangan yang lebih matang dalam pusat bahasa di otak mereka. Penelitian ini melibatkan 46 bayi prematur yang disurvei melalui rekaman suara ibu yang membacakan cerita dalam bahasa ibu masing-masing. Hasil MRI menunjukkan bahwa jalur bahasa utama di otak kiri bayi prematur yang mendapat intervensi suara ibu lebih matang dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini memberikan perspektif baru dalam perawatan bayi prematur dan membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut tentang pengaruh suara ibu pada perkembangan otak bayi prematur. Para peneliti berencana untuk merancang studi lanjutan guna mengeksplorasi kemungkinan penerapan metode serupa pada bayi dengan komplikasi medis. Dokter di Lucile Packard Children’s Hospital Stanford mengakui bahwa metode ini memberikan harapan bagi orang tua bayi prematur yang tidak selalu bisa hadir di rumah sakit. Ini adalah langkah yang penting untuk mendukung perkembangan bahasa bayi prematur dan memastikan bahwa mereka tetap terhubung dengan suara ibu mereka selama masa perawatan.
Suara Ibu dan Perkembangan Otak Bayi Prematur: Studi Terbaru
Read Also
Recommendation for You

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua dan keluarga agar tidak memberikan telur mentah…

Konsumsi susu mentah atau raw milk kembali mendapat perhatian karena berisiko menimbulkan penyakit serius, terutama…

Neurodiversity Expo (SPEKIX) 2026 resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu…

Musik dapat menjadi cara untuk mengenali emosi yang sulit diucapkan, sekaligus membantu seseorang menyalurkan tekanan…

Perayaan satu abad Nivea di Indonesia menempatkan kepercayaan konsumen dan kepedulian sehari-hari sebagai tema utama….







