Herwin Sudikta, seorang pegiat media sosial, memberikan tanggapan terhadap keputusan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menolak memberikan izin bagi atlet Israel untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Senam 2025 di Indonesia Arena, Jakarta. Menurut Herwin, sikap Indonesia terhadap Israel sering kali dianggap sebagai anomali yang selalu dipenuhi dengan paradoks. Ia menyoroti kasus ketika mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara tegas menolak kehadiran tim Israel dalam Piala Dunia U-20 yang dianggap sebagai salah satu alasan kekalahan dalam Pilpres 2024. Sekarang, Herwin menilai bahwa langkah serupa diambil oleh Pramono Anung yang menolak kedatangan atlet senam Israel ke Jakarta dengan alasan sederhana namun tegas. Menurutnya, hanya politikus dari PDIP yang berani mengambil sikap terang-terangan menolak Israel, meskipun menyadari risikonya yang besar secara politik. Di sisi lain, banyak politisi lain cenderung memilih untuk aman tanpa menanggung konsekuensi diplomatik atau politik dengan hanya berpose dengan bendera Palestina di media sosial. Herwin juga menekankan bahwa banyak pihak sering keliru dalam memahami isu Israel-Palestina.
Tolak Atlet Israel: Pramono Anung Mirip Ganjar, Risiko Politiknya Besar
Read Also
Recommendation for You

Akhirnya, aktivis Eggi Sudjana memutuskan untuk berbicara tentang pertemuannya dengan Presiden ke-7, Joko Widodo, di…

Lembaga Survei Parameter Publik Indonesia (PPI) baru saja merilis hasil survei evaluasi satu tahun kepemimpinan…

Dinamika geopolitik global yang semakin memanas akibat konflik di Timur Tengah juga menarik perhatian sejumlah…

Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas, dianggap sebagai salah satu figur yang sangat potensial…

Kilang Minyak (MI) KONDISI dunia saat ini tidak sedang menghadapi ancaman kehancuran total lewat perang…







