Konsumsi mangga setiap hari dikaitkan dengan penurunan kadar gula darah dan peningkatan massa otot, meskipun buah ini mengandung gula alami yang lebih tinggi daripada granola bar. Penelitian dilakukan oleh Florida State University dan dipimpin oleh peneliti George Mason University, Raedeh Basiri. Studi dilakukan pada 23 orang dewasa dengan kondisi pradiabetes yang dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok mengonsumsi mangga segar setiap hari sementara kelompok lainnya mengonsumsi granola bar dengan jumlah kalori yang setara selama 24 pekan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi mangga mengalami penurunan signifikan dalam kadar gula darah puasa. Sementara kelompok granola cenderung mengalami peningkatan kadar HbA1, penanda gula darah jangka panjang, meskipun mengonsumsi lebih sedikit gula. Meskipun mangga mengandung lebih banyak gula alami, efeknya terhadap kontrol gula darah lebih positif daripada granola.
Selain menurunkan kadar gula darah, konsumsi mangga juga berpengaruh positif pada komposisi tubuh peserta. Mereka yang mengonsumsi mangga mengalami peningkatan massa bebas lemak dan penurunan persentase lemak tubuh. Sementara itu, kelompok granola cenderung mengalami peningkatan BMI dan rasio pinggang ke pinggul, indikator risiko diabetes tipe 2.
Para peneliti menyimpulkan bahwa mangga, meskipun mengandung lebih banyak gula alami, menghasilkan indeks glikemik dan perubahan komposisi tubuh yang lebih baik daripada granola. Konsumsi mangga juga terkait dengan peningkatan sensitivitas insulin dan penurunan resistensi insulin, menunjukkan efisiensi tubuh dalam mengolah glukosa. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan manfaat kesehatan buah utuh yang tidak dapat direduksi hanya dari jumlah gulanya.












