Populasi lanjut usia di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan, dengan proporsi lansia diperkirakan mencapai 20 persen atau sekitar 50 juta orang pada tahun 2045, naik dari 12 persen pada tahun 2024 sesuai data Kementerian Kesehatan. Fase aging population pun telah dimasuki oleh 21 dari 38 provinsi di Indonesia, dengan Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki persentase lansia tertinggi dan Jawa Timur memiliki jumlah lansia terbanyak.
Dari data yang sama, sekitar 93 persen lansia tinggal bersama keluarga, dengan sebagian besar dari mereka memilih dirawat oleh anak. Hal ini menunjukkan bahwa sistem perawatan lansia di Indonesia masih sangat berbasis keluarga, berbeda dengan negara maju yang telah mengembangkan layanan perawatan jangka panjang berbasis institusi. Untuk menjaga kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan berbagai program kesehatan seperti pemeriksaan gratis untuk penyakit kronis, layanan geriatri terpadu di rumah sakit, dan puskesmas ramah lansia.
Selain itu, pemerintah juga mulai mengembangkan sistem perawatan jangka panjang bagi lansia dengan kebutuhan khusus. Kolaborasi lintas sektor, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, dan tujuan menjaga lansia tetap sehat dan bahagia menjadi fokus utama dari program-program ini. Dengan demikian, penting bagi lansia untuk rutin menjalani skrining kesehatan guna mencegah penyakit dan menjaga kualitas hidup mereka.












