Gen Z Harus Waspada: Bahaya Demensia Bukan Hanya Ancaman bagi Lansia

Generasi muda, termasuk Gen Z, perlu waspada terhadap risiko demensia dan Alzheimer. Meskipun umumnya penyakit ini menyerang usia lanjut, kasus demensia pada usia muda mulai bermunculan di berbagai negara. DI Amerika Serikat, contohnya, berdiri organisasi Lorenzo’s House oleh seorang ayah dengan demensia pada usia 30-an. Kasus demensia usia muda semakin meningkat, dengan ribuan orang di Amerika yang terkena penyakit tersebut.

Untuk mencegah risiko demensia, penting bagi Gen Z untuk berinvestasi dalam kesehatan otak sejak dini. Berolahraga, makan bergizi, dan tetap aktif secara sosial adalah langkah-langkah yang disarankan oleh ahli. Keterlibatan sosial dan emosional merangsang otak dan memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun, interaksi sosial di kalangan Gen Z cenderung menurun karena penggunaan gadget yang masif. Hal ini juga berdampak pada hubungan antara Gen Z dengan kakek dan nenek mereka.

Merawat orang tua yang mengidap demensia juga tidak mudah, namun penting untuk memberikan dukungan. Dalam kasus seperti ini, Alzycare adalah salah satu organisasi yang dapat memberikan bantuan. DY Suharya, pendiri Alzheimer’s Indonesia, memiliki pengalaman pribadi dalam merawat ibunya yang mengidap demensia. Melalui organisasi yang ia dirikan, DY berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan otak sejak dini dan memberikan dukungan bagi orang dengan demensia dan para caregiver mereka.

Source link