Pada Ahad (30/6/2024), ribuan peserta berpartisipasi dalam acara LPS Monas Half Marathon 2024 di Jakarta. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyelenggarakan acara ini dengan tujuan mendorong prestasi atlet lari Indonesia dalam bersaing dengan atlet internasional. Dalam event ini, terdapat 5.000 pelari, termasuk 180 pelari elite dari 21 negara, yang berlomba menempuh jarak 21 kilometer dari Silang Barat Daya Monas hingga Kompleks Gelora Bung Karno (GBK).
Dokter Subspesialis Kedokteran Olahraga, Dr. Listya Tresnanti Mirtha dari RS Universitas Indonesia (RSUI), mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengidentifikasi dan menghentikan aktivitas saat merasakan nyeri dada selama berolahraga, seperti berlari. Nyeri dada bisa disebabkan oleh kurangnya pemanasan sebelum berolahraga, dan penting untuk menghentikan aktivitas sejenak untuk mengamati keluhan tersebut.
Listya menekankan agar masyarakat tidak merasa terlalu khawatir namun tetap waspada. Jika nyeri tidak hilang, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, ia juga menyarankan agar individu memperhatikan kesiapan fisik sebelum berolahraga, menghindari perbandingan dengan orang lain, dan tidak mengikuti tren semata.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas fisik per minggu, seperti berjalan kaki. Penting untuk memahami batas kemampuan sendiri dan tidak memaksakan diri untuk mengikuti standar orang lain. Sebuah saran yang harus diterapkan dalam rutinitas latihan olahraga agar tetap sehat dan terhindar dari cedera.












