Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai untuk meredakan ketegangan di Suriah setelah insiden serangan udara Israel di Damaskus. Rubio menegaskan perlunya semua pihak mematuhi komitmen yang telah disepakati, namun tidak merinci kesepakatan tersebut. Sebelumnya, bentrokan di kota Sweida dikaitkan dengan rivalitas antara Israel dan Suriah yang akhirnya memicu intervensi militer Israel.
Rubio menyatakan bahwa kesalahpahaman antara kedua belah pihak menjadi pemicu insiden tersebut dan mengatakan AS terus melakukan komunikasi intensif dengan kedua negara. Dengan tanda-tanda menuju deeskalasi, Rubio berharap situasi dapat kembali stabil untuk membantu Suriah membangun kembali negaranya.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS telah meminta pasukan Suriah untuk mundur dari wilayah konflik guna memfasilitasi proses deeskalasi. Namun, tidak ada komentar mengenai serangan udara Israel. Rubio menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut dan menekankan peningkatan kekerasan sebagai ancaman terhadap perdamaian di Suriah.
Meskipun Trump dikenal sebagai pendukung Israel, ia memberikan prioritas pada diplomasi dengan Suriah setelah kejatuhan rezim Assad. Ini membuka peluang baru bagi hubungan AS dengan Damaskus. Terlepas dari dukungan historis Trump kepada Israel, jalur diplomasi dengan Suriah menjadi fokus utama dalam situasi ini.












