Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng disebut mulai mendekati Wali Kota Makassar untuk bergabung dengan Partai Demokrat. Langkah tersebut menempatkan nama Andi sebagai pihak yang secara langsung menjalankan pendekatan politik kepada kepala daerah di Makassar.
Demokrat dekati Wali Kota Makassar
Informasi mengenai pendekatan itu dimuat Fajar.co.id pada 3 Oktober 2026. Dalam laporan tersebut, Partai Demokrat disebut sedang merayu Wali Kota Makassar agar berpindah partai. Namun, nama wali kota yang menjadi sasaran pendekatan itu tidak disebutkan dalam materi yang tersedia.
Andi Alfian Mallarangeng tampil sebagai tokoh utama dalam komunikasi politik tersebut. Ia menjabat Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat. Posisi itu membuat keterlibatannya menjadi bagian penting dari upaya partai mendekati kepala daerah yang memimpin Kota Makassar.
Pendekatan itu disebut mulai dilakukan secara terbuka. Artinya, langkah Partai Demokrat tidak lagi hanya ditempatkan sebagai komunikasi internal atau penjajakan yang berlangsung tertutup. Meski demikian, materi yang tersedia belum memuat bentuk pendekatan, lokasi pertemuan, maupun waktu ketika komunikasi antara Andi dan Wali Kota Makassar berlangsung.
Belum ada rincian soal respons wali kota
Belum terdapat informasi mengenai tanggapan Wali Kota Makassar terhadap ajakan tersebut. Tidak ada keterangan yang menjelaskan apakah sang wali kota telah menerima tawaran Partai Demokrat, masih mempertimbangkannya, atau menolak rencana perpindahan partai.
Demikian pula, belum dijelaskan apakah proses tersebut telah sampai pada tahap pembicaraan resmi mengenai kepindahan keanggotaan. Informasi yang tersedia baru menyebut adanya upaya Partai Demokrat untuk mendekati dan merayu wali kota agar berpindah partai.
Andi Alfian Mallarangeng dikenal dalam laporan tersebut sebagai tokoh yang turun langsung dalam upaya pendekatan itu. Penyebutan ini menjadi penanda bahwa komunikasi dengan Wali Kota Makassar ditangani oleh salah satu pejabat penting di lingkungan DPP Partai Demokrat.
Belum ada pula keterangan mengenai alasan Partai Demokrat membidik Wali Kota Makassar, pertimbangan politik di balik ajakan tersebut, maupun rencana lanjutan setelah pendekatan dilakukan. Karena itu, status wali kota tersebut masih sebatas pihak yang didekati, bukan kader atau anggota Partai Demokrat.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada respons Wali Kota Makassar dan keputusan resmi terkait kemungkinan perpindahan partai. Sampai informasi yang tersedia, Partai Demokrat melalui Andi Alfian Mallarangeng baru disebut menjalankan pendekatan terbuka kepada wali kota tersebut.
