Memasuki usia 40-an, perubahan pada kulit wajah mulai lebih mudah terlihat. Garis halus, flek akibat paparan sinar matahari, hingga kulit kering dapat muncul bersamaan. Kondisi tersebut dipengaruhi faktor genetik, perubahan selama perimenopause dan menopause, berkurangnya produksi kolagen secara alami, serta kerusakan akibat matahari yang terakumulasi dari waktu ke waktu.
Namun, kebiasaan perawatan kulit sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi wajah. Dilansir dari Women’s Health, sejumlah dokter kulit menyoroti kesalahan penggunaan skincare yang kerap dilakukan perempuan berusia 40 tahun ke atas. Dari daftar tersebut, tiga kebiasaan berikut berkaitan dengan perlindungan terhadap matahari dan pemakaian retinol.
Perlindungan matahari dan penggunaan SPF
Kesalahan pertama adalah melewatkan sunscreen atau produk dengan kandungan SPF. Kerusakan kulit akibat sinar matahari termasuk jenis kerusakan yang sulit dipulihkan. Meski demikian, risikonya dapat ditekan melalui penggunaan sunscreen secara disiplin.
Dokter kulit Hadley King menjelaskan, paparan matahari tidak hanya terjadi ketika seseorang sengaja berjemur atau beraktivitas lama di luar ruangan. Kerusakan juga dapat terakumulasi dari kegiatan sehari-hari yang tampak sederhana, seperti berjalan kaki, mengemudi, atau makan di luar ruangan.
“Melindungi kulit kita dari paparan sinar matahari memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap bagaimana kulit kita menua seiring berjalannya waktu,” ujar King.
Karena itu, penggunaan SPF disebut sebagai bagian penting dalam upaya menjaga kulit dari dampak lingkungan. Paparan yang berulang, meski berasal dari aktivitas singkat, tetap menjadi bagian dari akumulasi kerusakan pada kulit.
Retinol tidak boleh digunakan sembarangan
Kesalahan berikutnya adalah mengabaikan retinol, bahan perawatan kulit yang dinilai bermanfaat bagi kulit yang mengalami penuaan. Berdasarkan penjelasan para pakar, retinol dapat membantu memperbaiki tekstur kulit, mendorong pergantian sel, dan mencegah jerawat.
Meski memiliki sejumlah manfaat, penggunaannya perlu dilakukan secara bertahap. Kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi, sementara pemakaian yang berlebihan dapat berdampak buruk pada pelindung kulit.
“Saya sarankan untuk memakainya secara selang-seling selama dua minggu pertama, kemudian beralih ke jadwal yang lebih sering. Namun, jika sewaktu-waktu muncul rasa kering, sensasi terbakar, perih, atau kulit yang mengelupas, sebaiknya hentikan penggunaan selama beberapa waktu,” kata dokter kulit Zeichner.
Dokter kulit Corey L Hartman menyebut, selain bagi orang yang mengalami rosacea atau memiliki kulit sangat sensitif, retinol dapat digunakan oleh siapa saja. Namun, bahan tersebut juga kerap keliru dipakai pada waktu yang tidak tepat.
Retinol sebaiknya tidak digunakan pada siang hari karena dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Zeichner menjelaskan, retinol menipiskan lapisan luar kulit yang disebut stratum korneum. Selain itu, bahan tersebut tidak stabil ketika terkena sinar ultraviolet.
“Sensitivitas terhadap sinar matahari tidak dapat dihindari, namun, karena retinol tidak stabil jika terkena sinar UV, saya menyarankan untuk menggunakannya pada malam hari dan memakai sunscreen setiap pagi sebagai perlindungan dari sinar matahari,” ujarnya.












