Berita  

Jimly Tagih Janji Restorasi NasDem di DPR, Dua Tahun Sunyi

Pakar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie menagih kembali janji Partai NasDem mengenai agenda perubahan yang sebelumnya dikaitkan dengan gagasan restorasi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ia mempertanyakan mengapa agenda tersebut tidak lagi terdengar setelah dua tahun.

Jimly mempertanyakan kelanjutan janji NasDem

Pertanyaan itu disampaikan Jimly dengan menyoroti keberlanjutan komitmen NasDem di parlemen. Ia mempertanyakan apakah gagasan restorasi yang pernah menjadi bagian dari narasi politik partai tersebut masih dijalankan atau tidak.

“Kok enggak kedengaran lagi sesudah dua tahun?” kata Jimly, sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.

Pernyataan itu menjadi sorotan karena menyangkut janji politik yang semestinya dapat terlihat dalam sikap dan agenda partai di DPR. Jimly tidak hanya menyinggung keberadaan gagasan perubahan, tetapi juga mempertanyakan konsistensi NasDem dalam membawanya setelah berjalan selama dua tahun.

Dalam konteks tersebut, perhatian Jimly tertuju pada peran NasDem di lembaga legislatif. Agenda perubahan yang pernah dikaitkan dengan partai itu dinilai perlu ditagih kembali agar tidak berhenti sebagai wacana politik.

Agenda perubahan di DPR kembali dipertanyakan

Jimly tidak menjelaskan lebih jauh dalam laporan tersebut mengenai bentuk agenda restorasi yang dimaksud maupun langkah spesifik yang seharusnya dijalankan NasDem. Namun, pokok pertanyaannya jelas mengarah pada hilangnya gaung janji tersebut dari pembahasan politik di DPR.

Ia menempatkan rentang waktu dua tahun sebagai alasan untuk mengevaluasi apakah komitmen itu masih memiliki kelanjutan. Setelah periode tersebut, publik tentu membutuhkan kejelasan mengenai arah dan pelaksanaan agenda perubahan yang pernah disampaikan.

Penagihan itu juga memperlihatkan bahwa janji partai tidak hanya diukur dari pernyataan ketika gagasan tersebut diperkenalkan. Komitmen politik juga dituntut hadir dalam agenda kerja dan sikap partai ketika menjalankan fungsi di parlemen.

NasDem dalam isu ini menjadi pihak yang disorot karena janji restorasi tersebut dikaitkan dengan kiprahnya di DPR. Sementara itu, Jimly tampil sebagai pihak yang mempertanyakan mengapa gaung agenda tersebut tidak lagi terdengar setelah dua tahun.

Belum ada keterangan lebih lanjut dalam laporan tersebut mengenai tanggapan Partai NasDem atas pertanyaan Jimly maupun penjelasan mengenai perkembangan agenda restorasi yang dimaksud.

Source link