Penyalahgunaan etomidate, obat anestesi yang seharusnya diberikan melalui pembuluh darah, mulai ditemukan dalam cairan vape di sejumlah negara Asia. Campuran ilegal ini dikenal di pasar gelap dengan sebutan “space oil” atau “K-pod”. Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.P(K), mengingatkan bahwa risikonya tidak terbatas pada gangguan pernapasan, tetapi dapat berkembang menjadi keracunan sistemik yang memengaruhi organ-organ vital.
Risiko dosis dan kandungan tidak terkendali
Etomidate merupakan obat anestesi yang bekerja menekan sistem saraf pusat melalui reseptor GABA-A. Ketika obat tersebut dimasukkan secara ilegal ke dalam cairan vape, pengguna menghirupnya dalam bentuk uap atau aerosol. Zat itu kemudian dapat diserap paru-paru dan masuk ke aliran darah dengan cepat, sebelum mencapai sejumlah organ penting, terutama otak dan kelenjar adrenal.
Menurut Erlina, penggunaan obat keras di luar rute pemberian dan indikasi medis membuat tingkat bahayanya sulit diprediksi. Tidak ada kepastian mengenai dosis yang masuk ke tubuh, ukuran partikel atau aerosol yang terhirup, bahan pelarut, maupun zat lain yang mungkin ikut masuk bersama uap.
“Ketika suatu obat yang seharusnya diberikan secara intravena diformulasikan secara ilegal ke dalam cairan vape, kita tidak dapat memastikan dosis yang masuk, ukuran partikel atau aerosol, bahan pelarut, maupun zat lain yang ikut terhirup,” kata Erlina pada Senin (21/9/2026).
Dampak terhadap otak dan kelenjar adrenal
Paparan etomidate dapat menimbulkan rangkaian gangguan pada sistem saraf. Efeknya meliputi sedasi, kebingungan, tremor, gangguan koordinasi, dan penurunan kesadaran. Dalam kondisi berat, penyalahgunaan zat tersebut dapat menyebabkan henti napas.
Bahaya lain muncul pada kelenjar adrenal. Etomidate menghambat kerja enzim 11β-hydroxylase yang berperan dalam produksi hormon kortisol. Apabila digunakan berulang, penekanan produksi kortisol itu dapat memicu insufisiensi adrenal, suatu kondisi yang menurut Erlina dapat berakibat fatal.
“Jadi, masalahnya bukan hanya karena etomidate dapat membuat seseorang fly atau kehilangan kesadaran, tetapi karena zat ini dapat mengganggu sistem fisiologis tubuh yang penting untuk mempertahankan tekanan darah, respons terhadap stres, dan fungsi organ,” ujar Erlina.
Kasus darurat telah tercatat
Dampak penyalahgunaan “space oil” telah terlihat dalam laporan medis dari Hong Kong. Sepanjang Mei hingga Desember 2024, tercatat 45 kasus darurat yang berkaitan dengan penyalahgunaan zat tersebut. Median usia korban dalam laporan itu adalah 17 tahun, menunjukkan bahwa kasus yang ditangani melibatkan kelompok usia yang sangat muda.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa etomidate dalam vape bukan sekadar persoalan produk yang menimbulkan sensasi “fly”. Cara penggunaan yang tidak sesuai, kandungan yang tidak terukur, serta pengaruhnya terhadap sistem saraf dan produksi hormon membuat paparan zat ini membawa risiko pada fungsi tubuh yang mendasar.












