Berita  

Jika Gagal, MBG Jadi Bumerang Prabowo di Pilpres 2029

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menyoroti dinamika politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Ia mengaitkan arah persaingan politik tersebut dengan keberhasilan atau kegagalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan pemerintahan Prabowo.

Menurut Dedy, MBG berpotensi menjadi “senjata bumerang” bagi Prabowo apabila pelaksanaannya tidak berjalan sesuai harapan. Program itu, dalam pandangannya, tidak hanya akan dinilai dari sisi kebijakan, tetapi juga dapat memengaruhi posisi politik pemerintahan menjelang kontestasi nasional berikutnya.

Dedy bahkan menyampaikan bahwa siapa pun sosok yang nantinya mendampingi Prabowo sebagai wakil presiden dapat menghadapi risiko politik apabila program tersebut gagal. Pernyataan itu menempatkan MBG sebagai salah satu faktor yang dinilai berpengaruh terhadap keberlanjutan dukungan politik menuju Pilpres 2029.

MBG Dikaitkan dengan Pilpres 2029

Sorotan tersebut muncul ketika dinamika menuju Pilpres 2029 mulai menjadi perhatian. Dalam konteks itu, kebijakan pemerintah dipandang memiliki konsekuensi politik, terutama bila pelaksanaannya menjadi ukuran publik dalam menilai kinerja pemerintahan.

Dedy tidak memisahkan keberhasilan MBG dari prospek politik Prabowo dan calon wakilnya. Ia menilai kegagalan program tersebut dapat memunculkan dampak yang tidak hanya dirasakan pada tingkat kebijakan, tetapi juga berimbas pada peluang politik pasangan yang akan tampil dalam pemilihan presiden mendatang.

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa MBG dipandang sebagai program yang memiliki posisi penting dalam perdebatan politik menuju 2029. Jika target dan pelaksanaannya tidak tercapai, program tersebut berpotensi berubah dari modal politik menjadi beban bagi pihak yang terkait dengan pemerintahan Prabowo.

Risiko bagi Pasangan Politik

Dalam penilaian Dedy, persoalan tersebut tidak berhenti pada sosok Prabowo. Wakil presiden yang mendampinginya juga disebut akan menghadapi konsekuensi politik yang sama. Karena itu, keberhasilan MBG dinilai berkaitan dengan prospek pasangan politik yang akan berhadapan dengan pemilih pada Pilpres 2029.

Dedy menyampaikan pandangannya sebagai bagian dari sorotan terhadap perkembangan politik nasional. Ia menekankan kemungkinan bahwa kegagalan MBG dapat menjadi faktor yang melemahkan posisi politik Prabowo maupun siapa pun wakilnya dalam menghadapi pemilihan presiden berikutnya.

Hingga Pilpres 2029, pelaksanaan dan hasil program MBG akan menjadi bagian dari penilaian terhadap pemerintahan yang berjalan. Bagi Dedy, persoalan tersebut memiliki konsekuensi lebih luas karena dapat memengaruhi kekuatan politik pasangan yang akan bertarung pada kontestasi tersebut.

Source link