Siswa SD Cimahi Belajar Mengelola Emosi dengan Program Deep-Health Literacy
Sekolah dasar di Kota Cimahi kini memiliki program inovatif untuk membantu siswa mengenali dan mengelola emosi mereka. Melalui program Deep-Health Literacy: Penguatan Resiliensi dan Kesejahteraan Siswa, para siswa mendapatkan pendampingan yang berharga.
Guru dan Siswa Dilibatkan dalam Program Inovatif
Program ini dijalankan oleh tim peneliti dan pengabdian masyarakat dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) dan difokuskan pada lima sekolah dasar di sekitar KKG Gugus Tirto Adhi Suryo. Dipimpin oleh Faridatul A’la bersama Dian Anggraeni Maharbid dan Ditta Febrieta, program tersebut juga melibatkan mahasiswa Rifqah Nur Alvisyahri dan Michelle Miranda.
Mereka memulai kegiatan dengan workshop mengenai karakter, kewarganegaraan, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan pemikiran kritis, serta pelatihan manajemen emosi bagi guru. Dengan pendekatan yang sesuai, guru-guru dilatih untuk membantu siswa dalam mengelola emosi secara efektif di lingkungan kelas.
Perangkat Pendukung Inovatif
Salah satu pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah penggunaan Wellbeing Kit yang terdiri dari Kartu Emosi “Ning” dan Jurnal Refleksi “Among”. Kartu Emosi “Ning” membantu siswa mengidentifikasi emosi mereka, sementara Jurnal Refleksi “Among” digunakan untuk refleksi reguler terhadap pengalaman dan masalah yang dihadapi.
Para siswa juga dibekali dengan panduan “P3K Emosi” untuk merespons kondisi emosional secara mandiri. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung kesejahteraan emosional siswa, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka untuk mengatasi masalah secara positif.
Selain itu, perangkat tersebut juga membantu guru dalam menangani masalah kesejahteraan psikologis siswa di kelas. Menurut Kamaludin Gumilar, Ketua KKG Gugus Tirto Adhi Suryo, program ini hadir pada saat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Pelatihan dan pendampingan yang diberikan juga memberikan pemahaman tambahan bagi guru-guru dalam mendampingi siswa. SDN Utama 6 Parida Daniati bahkan berencana untuk mengintegrasikan perangkat ini ke dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.
Setelah fase pelatihan, program akan terus dipantau dan diimplementasikan di kelas oleh tim Ubhara Jaya dan mahasiswa pendamping. Pendanaan untuk program ini diperoleh melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun 2026 dan difasilitasi oleh Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Publikasi Ubhara Jaya.












