Sebuah pernyataan kontroversial baru-baru ini mengguncang jagat politik Tanah Air. Mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, dengan tajam mengkritik sikap Rocky Gerung yang dinilainya tumpul dalam memihak, terutama terkait dengan Prabowo Subianto.
Mengenai Komentar Dede Budhyarto
Dede Budhyarto menyebut bahwa tidaklah mengherankan jika Rocky Gerung mendukung Prabowo Subianto, karena dinilai sebagai sikap yang wajar. Namun, kritik pedas Dede Budhyarto lebih menuju pada ketidak-konsistenan Rocky Gerung yang sebelumnya dikenal sebagai kritikus tajam terhadap rezim yang berkuasa, namun sekarang dianggap beralih haluan dengan terlalu memihak kepada pihak tertentu.
Perbedaan sikap yang begitu mencolok membuat Dede Budhyarto menyuarakan keheranannya. Sebagai figur publik yang seharusnya berpegang pada prinsip dan konsistensi dalam pandangan politiknya, Rocky Gerung dinilai tumpul dalam hal ini.
Kritik Terhadap Loyalisitas
Komentar tajam yang dilontarkan oleh Dede Budhyarto juga mencuatkan isu seputar loyalitas. Sebagai seorang intelektual dan tokoh publik, norma yang seharusnya dijunjung adalah kejujuran, konsistensi, dan ketegasan dalam menentukan sikap, terlepas dari siapa pihak yang didukung.
Kritik yang disampaikan oleh Dede Budhyarto tidak hanya sekadar menyinggung Rocky Gerung sebagai individu, namun juga mencerminkan bagaimana seharusnya seorang intelektual terlibat dalam ranah politik tanpa kehilangan jati diri dan prinsip.
Dalam keterangan yang disampaikan, Dede Budhyarto juga menyoroti pentingnya menjaga kritikalitas dan ketegasan dalam menyikapi isu-isu politik yang terus berkembang di Indonesia, tanpa terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya temporer.
