Gunung Sinabung Melepas Awan Abu Vulkanik, Ancaman Bagi Kesehatan
Gunung Sinabung kembali beraksi dengan menyemburkan abu vulkanik di Desa Kutarayat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada Rabu (2/9/2026). Awan abu vulkanik tersebut mengancam kesehatan warga sekitar, dan masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap bahaya paparan abu tersebut. Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, memperingatkan tentang bahaya abu vulkanik dan memberikan panduan membersihkannya dengan benar.
Bahaya Paparan Abu Vulkanik bagi Kesehatan
Dicky Budiman menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung silika seperti serpihan kaca yang tajam, berbeda dengan debu biasa. Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi dan bahaya terutama jika terkena mata, hidung, mulut, atau kulit. Pada mata, abu vulkanik dapat menyebabkan kemerahan, perih, sensitif terhadap cahaya, dan bahkan luka goresan. Selain itu, abu vulkanik juga dapat mengiritasi saluran pernapasan, menyebabkan pilek, batuk kering, sampai sesak dada.
Penderita asma atau bronkitis kronis rentan mengalami gejala yang lebih parah seperti batuk berdahak, napas berbunyi, atau mengi. Oleh karena itu, diharapkan agar penderita tidak melakukan aktivitas berat saat abu vulkanik bersirkulasi di udara. Abu vulkanik yang masih segar juga dapat memiliki lapisan asam yang meningkatkan efek iritasi terhadap paru-paru dan mata sebelum turunnya hujan.
Cara Membersihkan Abu Vulkanik dengan Benar
Dicky Budiman menyarankan agar abu vulkanik segera dibersihkan dengan air untuk mencegah penyebarannya. Hindari menggosok atau mengibas pakaian yang terkena abu untuk menghindari penyebaran lebih lanjut. Selain itu, disarankan untuk menutup rapat jendela dan pintu demi mencegah masuknya abu vulkanik ke dalam rumah.
Demikianlah, penting bagi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Sinabung untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri dengan baik. Semoga bencana alam ini dapat segera mereda dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi semua pihak.
Sumber: ANTARA












