Starlink Milik SpaceX Jadi Sasaran Serangan Canggih Rusia
Sabtu, 29 Agustus 2026 – 14:29 WIB
Penurunan efektivitas jaringan internet satelit Starlink milik SpaceX di medan perang telah menjadi hantaman berat bagi militer Ukraina. Pejabat militer Kiev mulai mengakui dampak gangguan tersebut secara terbuka.
Volna Kupol Garant: Senjata Elektronik Canggih Rusia
Menurut Yuri Knutov, seorang pakar militer dan sejarawan pertahanan udara, kelumpuhan ini disebabkan oleh sistem peperangan elektronik terbaru Rusia yang dikenal dengan nama Volna Kupol Garant. Sistem ini berbeda dengan teknik pengacauan sinyal konvensional karena langsung menargetkan frekuensi yang digunakan oleh satelit Starlink.
Sistem Volna Kupol Garant menggunakan enam trailer yang dilengkapi dengan 12 antena parabola. Setiap antena memancarkan gelombang interferensi kuat pada rentang frekuensi yang biasa digunakan oleh Starlink. “Mekanisme kerja sistem ini sangat rinci, dengan memecah pita frekuensi menjadi delapan sub-pita dan masing-masing antena mengunci saluran spesifiknya sendiri,” ungkap Knutov.
Dampak Fatal terhadap Militer Ukraina
Gangguan yang disebabkan oleh sistem Rusia ini memblokir transmisi sinyal dari terminal pengguna ke satelit di luar angkasa secara total. Dampaknya sangat merugikan bagi militer Ukraina karena jaringan Starlink digunakan untuk komando, kontrol, dan komunikasi real-time. Unit di lapangan menjadi terisolasi, koordinasi serangan terganggu, serta pasokan cadangan dan amunisi terhenti.
Selain itu, sistem penargetan artileri, manuver pasukan, dan drone berbasis kecerdasan buatan seperti “Hornet” juga lumpuh karena kehilangan akses data. Yuri Knutov memperingatkan bahwa tanpa Starlink, pertahanan Ukraina sangat rentan terhadap serangan Rusia.
Di sisi lain, sistem Volna Kupol Garant terbukti efektif melindungi markas besar, depot amunisi, dan pos komando Rusia dari serangan drone musuh. Dengan produksi massal alat ini, Rusia menyatakan bahwa mereka dapat memblokir akses Starlink di mana pun yang mereka inginkan.












