KPAI Mendorong Pemerintah Lindungi Anak dari Karhutla

KPAI Desak Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Perlindungan Anak di Tengah Karhutla

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan urgensi pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan perlindungan anak di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menyoroti pentingnya respons cepat dan antisipatif dalam mengatasi dampak karhutla terhadap anak-anak.

Dampak Karhutla pada Anak

KPAI menyoroti dampak karhutla yang meresahkan, terutama dalam kesehatan dan pendidikan anak-anak. Di beberapa wilayah seperti Pontianak, Pekanbaru, dan Palembang, efek asap karhutla telah memaksa penyesuaian dalam sistem pembelajaran, pembagian masker, serta perpanjangan pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik dari PAUD hingga SMP.

Jasra Putra menekankan bahwa pemerintah daerah harus memiliki protokol perlindungan anak yang jelas dan sigap dalam situasi karhutla. Antisipasi dini dan kesiapan dalam menghadapi krisis lingkungan seperti karhutla sangat penting agar hak-hak anak tetap terlindungi dengan baik.

Langkah-Langkah Perlindungan Anak

KPAI menyarankan beberapa langkah konkret yang bisa diambil pemerintah daerah, antara lain membangun sistem peringatan dini yang terintegrasi dan memastikan kesiapan layanan kesehatan anak. Dengan demikian, penanggulangan dampak karhutla terhadap anak dapat dilakukan secara lebih efektif dan proaktif sejak dini.

Dengan situasi karhutla yang semakin kompleks, perlindungan anak harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah pusat dan daerah. Tindakan cepat dan tepat adalah kunci untuk melindungi generasi masa depan dari ancaman karhutla.

Source link