Kajian Neurolog: Fakta Seputar Mimpi sebagai Pertanda

Misteri Mimpi Menurut Dr. Sudhir Kumar

Jakarta, Republika.co.id – Mimpi menjadi salah satu fenomena tidur yang masih menyimpan banyak misteri hingga saat ini. Dr. Sudhir Kumar, seorang dokter spesialis saraf atau neurologi, menjelaskan bahwa otak manusia menghasilkan banyak mimpi tanpa terkait kejadian di masa depan. Hal ini membantah anggapan bahwa mimpi bisa memberikan akses supernatural terhadap masa depan.

Dokter Kumar menyatakan bahwa manusia cenderung mengingat kebetulan yang luar biasa, sementara banyak mimpi lainnya terlupakan. Karena itu, kebetulan yang terasa luar biasa bukanlah bukti precognition atau kemampuan meramal kejadian sebelum terjadi.

Alasan Mimpi Sulit Diingat Secara Detail

Dr. Kumar menjelaskan bahwa sulitnya mengingat detail mimpi adalah hal yang wajar. Ingatan terhadap mimpi mudah menghilang karena otak perlu melakukan proses agar pengalaman itu tersimpan dan diingat kembali. Jika seseorang terbangun tiba-tiba atau tidak memberi perhatian pada mimpi, detail mimpi bisa menghilang dalam hitungan menit.

Mengapa mimpi bisa menyenangkan atau menakutkan? Menurut Dr. Kumar, hal itu berkaitan dengan ingatan, emosi, kekhawatiran, dan pengalaman seseorang. Mimpi diduga membantu otak memproses pengalaman emosional dan menjadi simulasi situasi ancaman dalam lingkungan yang aman.

Pikiran Sebelum Tidur Mempengaruhi Mimpi

Dr. Kumar menyebut bahwa pikiran dan emosi sebelum tidur bisa memengaruhi tema mimpi. Penelitian tentang targeted dream incubation menunjukkan bahwa isyarat sebelum tidur dapat memengaruhi mimpi berikutnya. Meskipun tema mimpi bisa dipengaruhi, jalan cerita mimpinya tidak bisa ditentukan dengan pasti.

Terlepas dari hal tersebut, seseorang bisa mengalami lucid dreaming atau mimpi sadar. Dengan latihan dan teknik kognitif, kemungkinan mengalami mimpi sadar dapat ditingkatkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa seseorang akan bermimpi indah setiap malam.

Bagi yang sering mengalami mimpi buruk, mengurangi stres, mengatasi kecemasan, dan menjaga kebiasaan tidur yang baik dapat membantu. Teknik imagery rehearsal juga bisa membantu bagi orang-orang dengan mimpi buruk berulang.

Source link