Pentingnya Skrining Talasemia Sebelum Menikah

Pentingnya Skrining Sebelum Menikah untuk Cegah Talasemia

Talasemia tetap menjadi masalah serius di Indonesia karena penularannya secara genetik dari orang tua ke anak. Meskipun tidak dapat dicegah setelah terwariskan, langkah-langkah pencegahan tetap dapat dilakukan untuk mencegah kelahiran anak dengan talasemia mayor.

Indonesia termasuk dalam kawasan dengan prevalensi talasemia yang tinggi, dengan perkiraan 3-10 persen dari total populasi sebagai pembawa sifat. Sayangnya, kebanyakan dari mereka tidak menunjukkan gejala tertentu, sehingga sering kali baru terdeteksi setelah menjalani pemeriksaan darah.

Talasemia: Kelainan yang Memerlukan Perhatian Serius

Talasemia adalah kelainan pembentukan hemoglobin, menyebabkan sel darah merah mudah rusak dan mengakibatkan berbagai tingkat keparahan anemia. Dokter spesialis anak dan dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dr. Dyah Ayu Shinta Lesmanawati, Sp.A menjelaskan bahwa penderita talasemia dapat mengalami anemia mulai dari ringan hingga berat.

Menurut dr. Shinta, pembawa sifat talasemia mungkin tidak menunjukkan gejala fisik. Namun, jika dua pembawa sifat talasemia berpasangan dan memiliki keturunan, setiap kehamilan memiliki risiko genetik. Dengan 25 persen kemungkinan anak mengalami talasemia mayor, 50 persen kemungkinannya menjadi pembawa sifat, dan 25 persen kemungkinannya lahir sehat tanpa membawa sifat talasemia.

Langkah Penting untuk Mencegah Talasemia Mayor

Sebelum menikah, dr. Shinta mendorong masyarakat untuk melakukan skrining dan konseling guna mengetahui status pembawa sifat talasemia. Langkah ini penting untuk mencegah penularan talasemia mayor pada generasi mendatang.

Menurut dr. Shinta, skrining sebaiknya dilakukan sebelum menikah bahkan sejak usia muda agar pasangan dapat memahami risiko yang mungkin terjadi saat merencanakan keturunan. Tujuan skrining bukan untuk melarang menikah, melainkan memberikan informasi yang cukup agar pasangan dapat membuat keputusan yang sadar dan bertanggung jawab.

Source link