Mengapa Banyak Pendatang Tumbang di Tibet: Mengungkap Rahasia Pengobatan Kuno yang Bertahan 1000 Tahun
Bandara Gonggar di Lhasa, Tiongkok, menjadi saksi betapa tantangan di ketinggian terasa begitu nyata ketika pintu pesawat terbuka. Oxygen yang tipis di “atap dunia” menguji daya tahan tubuh, terutama bagi pendatang dari dataran rendah. Mengalami penyakit ketinggian, seperti rombongan wartawan internasional pada Juli 2026, menjadi pengalaman yang tidak terhindarkan sebelum menjelajahi Tibet.
Ketinggian Lhasa mencapai 3.650 meter di atas permukaan laut, jauh berbeda dengan Beijing yang hanya sekitar 43 meter. Ini memaksa tubuh bereaksi terhadap kadar oksigen yang rendah, mengakibatkan gejala seperti sakit kepala, mual, pusing, dan sulit tidur. Bahkan seorang jurnalis Korea Selatan terpaksa kembali karena kondisinya semakin memburuk. Membawa oksigen portabel menjadi langkah wajib selama perjalanan.
Sistem Pengobatan Tibet yang Teruji Selama Berabad-Abad
Penyakit ketinggian bukanlah masalah sepele, namun masyarakat Tibet memiliki pendekatan unik melalui sistem pengobatan tradisional Sowa Rigpa. Obat klasik seperti Bawei Chenxiang Wan banyak digunakan untuk mengatasi gangguan yang berkaitan dengan kekurangan oksigen. Sistem pengobatan Tibet bersumber dari Empat Tantra yang menggabungkan ilmu pengobatan dari beberapa budaya kuno seperti Ayurveda India dan pengobatan Tiongkok.
Di Rumah Sakit Pengobatan Tibet Daerah Otonom Xizang, pendekatan klasik dikombinasikan dengan teknologi modern seperti CT Scan dan MRI. Berawal dari lembaga Men-Tsee-Khang pada 1916, rumah sakit ini kini melayani lebih dari 530 ribu pasien setiap tahun. Pengobatan Tibet dan kedokteran modern saling melengkapi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Direktur Rumah Sakit Pengobatan Tibet Daerah Otonom Xizang, Ci Reng, menjelaskan bahwa penduduk dataran tinggi menghadapi risiko kesehatan yang spesifik seperti penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan akibat kondisi geografis yang ekstrem. Pengobatan Tibet dan kedokteran modern bekerja sama demi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.












