7 Gejala Katarak yang Sering Diabaikan

Mengenal Gejala Katarak yang Sering Dikira Mata Minus Biasa

Penglihatan yang semakin buram seringkali dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Banyak orang cenderung mengganti ukuran kacamata tanpa memeriksakan kondisi matanya secara menyeluruh. Namun, ternyata penglihatan yang menurun tidak selalu disebabkan oleh mata minus, bisa jadi itu adalah tanda dari katarak.

Penyebab Katarak dan Dampaknya

Katarak adalah kondisi di mana lensa alami mata mengalami kekeruhan sehingga cahaya sulit masuk ke retina secara optimal. Gejala ini bisa menyebabkan penglihatan buram dan mengganggu aktivitas sehari-hari seperti membaca, bekerja, atau berkendara. Di Indonesia, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan, terutama pada mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

Menurut survei yang dilakukan oleh PERDAMI bersama Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI, angka kebutaan pada penduduk di atas 50 tahun mencapai 3 persen, di mana sekitar 81,2 persennya disebabkan oleh katarak. Data ini menunjukkan betapa pentingnya mengenali gejala katarak sejak dini untuk mencegah dampak yang lebih parah.

Gejala Katarak yang Sering Disalahartikan

Beberapa gejala katarak sering disalahartikan sebagai mata minus biasa. Salah satu gejala yang sering muncul adalah penglihatan buram seperti berkabut. Banyak orang mengira bahwa pandangan kabur disebabkan oleh perubahan ukuran minus mata, padahal ini bisa menjadi tanda awal katarak.

Selain itu, penderita katarak juga cenderung lebih sensitif terhadap cahaya, seperti silau saat terkena sinar matahari atau lampu kendaraan pada malam hari. Kondisi ini disebabkan oleh penyebaran cahaya akibat lensa mata yang mulai keruh.

Source link