Bryan Johnson, Miliarder Teknologi dan Biohacker yang Diagnosa Menderita Autoimun Gastritis
Miliarder teknologi sekaligus biohacker, Bryan Johnson, mengungkapkan bahwa dirinya harus berjuang melawan penyakit autoimun yang tidak bisa disembuhkan, yaitu autoimun gastritis (AIG).
Biohacker Populer dengan Rutinitas Kesehatan Ekstrem
Johnson terkenal karena mengembangkan program biohacking ekstrem bernama Blueprint, yang bertujuan untuk memperlambat penuaan. Dia aktif membagikan rutinitas kesehatannya di media sosial. Namun, pada Selasa (30/6/2026), Johnson mengumumkan bahwa dia didiagnosis dengan autoimun gastritis.
Autoimun gastritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat pada dinding lambung. Johnson mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, dia tidak menyadari bahwa tubuhnya mengalami kondisi tersebut. Dia menduga gaya hidupnya yang tidak sehat, seperti makanan cepat saji dan minuman tinggi gula, sebelum memulai program biohacking, menjadi pemicu munculnya penyakit ini.
Gaya Hidup Tidak Sehat Berpotensi Sebabkan Autoimun Gastritis
Johnson mengakui bahwa saat masih muda, dia terbiasa mengonsumsi makanan yang tidak sehat seperti ceral manis, minuman bersoda, dan makanan cepat saji. Meskipun sempat menjalani pola hidup sehat di awal usia 20-an, tekanan dan stres saat membangun bisnis dan keluarga membuatnya kembali ke gaya hidup tidak sehat. Perubahan pola makan dan peningkatan berat badan yang signifikan kemudian memicu masalah kesehatan yang kompleks.
Depresi kronis yang dialaminya beberapa tahun kemudian diyakini sebagai awal munculnya autoimun gastritis yang kemudian berkembang menjadi masalah kesehatan serius, mempengaruhi kelenjar tiroid dan lapisan lambungnya.












