Insomnia Menjelang Menstruasi: Gejala PMS atau PMDD?
Insomnia atau kesulitan tidur adalah masalah umum yang sering dialami oleh banyak perempuan menjelang menstruasi. Meskipun sering dianggap sebagai hal biasa, sebenarnya insomnia bisa menjadi gejala dari Premenstrual Syndrome (PMS) atau Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) yang sering luput dari perhatian.
Insomnia dan Gangguan Tidur Menjelang Menstruasi
Menurut dr. Bharti Soy, seorang dokter spesialis kandungan dan kebidanan, insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan sulit tidur atau kualitas tidur yang buruk. Banyak perempuan mengalami insomnia yang parah menjelang masa haid. Mereka mungkin merasa kurang tidur meskipun telah beristirahat selama tujuh hingga delapan jam, bahkan ada yang merasa lelah setelah melakukan aktivitas sepanjang hari namun tetap terjaga hingga larut malam.
Masalah tidur yang terjadi beberapa hari sebelum menstruasi bisa terkait dengan insomnia yang disebabkan oleh PMS. PMS adalah kumpulan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang muncul satu hingga dua minggu sebelum menstruasi. Beberapa perempuan mungkin mengalami insomnia sebagai salah satu gejala PMS, meskipun sering kali tidak dilaporkan. Bagi sebagian perempuan, insomnia bisa sangat mengganggu dan menyiksa.
Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)
dr. Soy juga menjelaskan tentang PMDD yang merupakan bentuk yang lebih serius dari PMS. PMDD adalah kondisi yang lebih parah di mana seseorang dapat merasa mudah marah, cemas, sering mengalami serangan panik, atau reaksi emosional lainnya yang disertai dengan insomnia menjelang menstruasi.
Jadi, penting untuk memahami bahwa insomnia menjelang menstruasi bukanlah hal yang sepele. Bagi sebagian perempuan, ini bisa menjadi gejala dari gangguan serius seperti PMDD yang memerlukan perhatian dan penanganan khusus.












