Dugaan Penyekapan Yuvita Tri Rezeki (YTR) di Bandung: Ancaman Pelaku Kepada Penjaga Kos
Kejadian dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki (YTR) di Bandung telah mengungkap fakta-fakta baru yang mengejutkan. Setelah pengakuan korban tentang penyiksaan yang dialaminya, sekarang muncul isi percakapan yang diduga dikirimkan oleh Taufik Hidayat kepada penjaga kos yang membantu YTR.
Isi Percakapan Mengundang Kemarahan Publik
Pesan yang beredar tersebut menjadi sorotan publik karena berisi ancaman serius kepada Resa, penjaga kos yang membawa YTR ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada 10 Juni 2026. Pesan tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan warganet karena dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap seseorang yang mencoba menolong korban.
Dalam unggahan akun @SistersInDanger di platform X, terlihat isi chat yang diduga dikirim oleh Taufik Hidayat. “Bilangin ke si Esa gw dendam demi Allah. Jadi saksi memfitnah gw, nuduh gw nyiksa perempuan, tanpa lihat langsung main fitnah seenaknya. Gak akan diem gw, gw siap, udah siap sama pengacara. Lihat aja selama dia ada di kosan terus ketemu sama gw, mati dia walaupun risikonya gw dipenjara. Apalagi sekarang gw udah viral, dendam gw seumur hidup. Gw siap dipenjara asalkan si Esa mati sama gw,” begitu isi chatnya, tulis akun @SistersInDanger di X pada Selasa, 23 Juni 2026.
Reaksi Publik Mengecam Tindakan Pelaku
Unggahan tersebut menimbulkan reaksi keras dari warganet yang mengutuk perilaku Taufik Hidayat. Banyak yang menilai ancaman kepada penjaga kos semakin mencerminkan karakter pelaku yang dianggap tidak memiliki rasa penyesalan.
“Gila ya lu Taufik, malah gak tahu malu ancam Pak Resa. Korban & keluarganya udah speak up loh, fitnah dari mananya? Ya Tuhan, semoga Taufik Hidayat segera tertangkap & mendapatkan balasan yg setimpal di dunia & akhirat!” tulis salah satu akun.
Reaksi publik yang marah terhadap dugaan intimidasi terhadap saksi yang membantu korban menunjukkan kecaman yang tegas terhadap perilaku yang dianggap merugikan dan tidak manusiawi.












