Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Ditandatangani Minggu
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran direncanakan akan ditandatangani pada Minggu waktu setempat. Selain itu, Trump juga menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali setelah kesepakatan tersebut ditandatangani.
Iran Tidak Lagi Menginginkan Senjata Nuklir
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut bahwa Iran kini tidak lagi memiliki keinginan untuk senjata nuklir. Dia juga menyinggung kerjasama antara AS dan Iran untuk menghilangkan uranium yang telah diperkaya pada “waktu yang tepat”. Trump optimis bahwa penandatanganan kesepakatan tersebut akan menciptakan hubungan AS-Iran yang berbeda dan lebih baik.
Menanggapi rencana penandatanganan kesepakatan, Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar mengungkapkan bahwa upacara penandatanganan perjanjian AS-Iran secara elektronik dijadwalkan pada Minggu. Hal ini merupakan hasil mediasi negosiasi perdamaian antara AS dan Iran yang dilakukan oleh Pakistan.
Meski Ada Keraguan, AS-Iran Berpotensi untuk Kesepakatan Damai
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menepis dugaan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan AS untuk mengakhiri konflik akan ditandatangani pada Minggu. Baghaei menegaskan bahwa MoU yang potensial hanya akan menjadi kerangka kerja untuk melanjutkan pembicaraan, bukan kesepakatan akhir.
Baghaei juga menambahkan bahwa perundingan tentang isu nuklir antara Iran dan AS diyakini akan berlanjut selama 60 hari. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat optimisme terkait kesepakatan damai, masih terdapat keraguan yang perlu diatasi dalam proses tersebut.
