Menteri Keuangan Serang Defisit APBN per April 2026 Turun jadi Rp 164,4 Triliun: Belanja Negara Tembus Rp 1.082 Triliun
Posisi APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 mengalami penurunan. Defisit tersebut turun menjadi Rp 164,4 Triliun. Meskipun begitu, belanja negara tetap tinggi dengan capaian Rp 1.082 Triliun.
Penurunan Defisit
Defisit APBN yang turun menjadi Rp 164,4 Triliun menunjukkan upaya pemerintah dalam mengelola keuangan negara di tengah kondisi yang tidak mudah. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional dan mengurangi tekanan terhadap defisit APBN.
Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan, terdapat peningkatan pada penerimaan negara hingga April 2026. Meskipun demikian, belanja negara tetap tinggi sehingga menyebabkan terjadinya defisit dalam APBN tersebut.
Pencapaian Belanja Negara
Adanya capaian belanja negara yang mencapai Rp 1.082 Triliun menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Belanja tersebut memberikan dampak yang positif terhadap berbagai sektor di Indonesia, terutama dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh negara.
Dengan pencapaian belanja negara yang tinggi, pemerintah diharapkan dapat terus memperbaiki kinerja keuangan negara. Hal ini akan berdampak positif dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan memastikan kelangsungan pembangunan di masa yang akan datang.












