Waspada! 3 Kasus Hantavirus di Jakarta, Masyarakat Diimbau Cermat

Bus WNI dari Kapal Pesiar Karantina di Madrid

Sebuah bus mengangkut warga negara Spanyol dari kapal pesiar MV Hondius ke Rumah Sakit Militer Gomez Ulla di Madrid, Spanyol. Mereka terkena wabah hantavirus dan sebanyak 14 orang dipindahkan setelah mendarat di Pangkalan Udara Torrejon.

Situasi Hantavirus di Indonesia

Masih ada perhatian serius terhadap hantavirus di Indonesia, dengan tiga kasus positif dan enam orang status suspek di DKI Jakarta. Profesor dari IPB University, Prof Upik Kesumawati, menekankan pentingnya kewaspadaan namun tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Menurut Prof Upik, hantavirus ditularkan oleh hewan pengerat seperti tikus dan telah dikenal sejak 1980-an. Virus ini dapat menyebabkan masalah serius pada paru-paru dan ginjal manusia. Penularannya terjadi melalui udara yang terkontaminasi oleh tikus atau kontak langsung dengan hewan tersebut.

Langkah Pencegahan

Sebagai langkah pencegahan, Prof Upik menyarankan masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembangnya tikus. Hindari kontak langsung dengan sarang tikus tanpa perlindungan dan selalu cuci tangan setelah berada di area yang berpotensi sebagai habitat tikus.

Jika mengalami gejala demam atau gangguan pernapasan setelah terpapar lingkungan yang dicurigai mengandung kotoran tikus, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Sikap waspada dan tindakan pencegahan yang tepat dapat membantu mencegah penularan hantavirus.

Sumber: Antara

Source link