Pernyataan dari pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang dianggap merugikan Presiden Prabowo Subianto, menjadi viral di media sosial. Hal ini memicu perdebatan dan menarik perhatian banyak orang. Hasan Nasbi, dari Founder Principle Communication Office, juga memberikan tanggapannya terhadap isu tersebut dengan menyatakan kekecewaannya terhadap narasi yang diinterpretasikan sebagai upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah.
Dalam tanggapannya, Hasan mengungkapkan bahwa ada kelompok yang mengaku sebagai pejuang demokrasi namun menggunakan standar yang subjektif dalam memahami konsep demokrasi. Mereka cenderung menilai demokrasi berjalan dengan baik ketika kepentingan pribadi terpenuhi, namun ketika berada di luar kekuasaan, mereka menyebut situasi tersebut tidak demokratis.
Hasan juga mencatat bahwa pola semacam ini telah terjadi dalam setiap era pemerintahan di Indonesia, mulai dari masa Presiden Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Jokowi, hingga pemerintahan Prabowo Subianto saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa upaya dalam merongrong pemerintah dianggap sudah terjadi sejak lama dalam sejarah politik Indonesia.












