Penyebab penyakit sifilis kembali dipertanyakan setelah penemuan arkeologis di Vietnam mengungkap jejak infeksi serupa pada manusia ribuan tahun yang lalu di Asia Tenggara. Bukti temuan ini memberikan kemungkinan bahwa kelompok treponema tidak sepenuhnya berasal dari Amerika Seperti yang selama ini diyakini oleh para ilmuwan.
Peneliti menemukan tiga kerangka manusia dari zaman Neolitik yang menunjukkan tanda-tanda infeksi bakteri treponema yang merusak tulang dan gigi, terkait dengan kelompok penyakit yang sama dengan sifilis. Para peneliti mendokumentasikan tiga kasus treponematosis kongenital di Vietnam, dengan perkiraan usia antara 4.100 hingga 3.300 tahun yang lalu.
Treponematosis dipicu oleh bakteri Treponema pallidum yang juga merupakan penyebab sifilis, bejel, dan yaws. Penelitian ini menunjukkan bahwa penularan bawaan lahir tidak eksklusif untuk sifilis saja, mengubah pandangan yang diterima selama ini oleh para ilmuwan. Penemuan ini, yang menunjukkan penularan penyakit melalui generasi non-seksual, menyajikan tantangan terhadap hipotesis sepenuhnya Amerika.
Meskipun ditemui beberapa kendala, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman penyakit treponema di wilayah Asia Tenggara yang masih minim bukti. Temuan juga mengindikasikan hubungan antara migrasi manusia dan penyebaran penyakit ini, memberikan gambaran yang lebih luas tentang sejarah penyakit sifilis dan treponematosis di wilayah tersebut.












