Posisi tidur yang sering digunakan oleh sebagian besar orang adalah posisi menyamping. Hal ini disebabkan karena posisi tidur ini dianggap paling nyaman dan menenangkan. Menurut survei pada tahun 2024, sekitar 69 persen orang dewasa di Amerika Serikat memilih posisi ini sebagai favorit mereka. Meskipun posisi tidur menyamping ini nyaman, ada juga klaim bahwa posisi ini dapat menyebabkan kerutan, kulit kendur, hingga wajah yang tidak simetris.
Studi dalam bidang ini masih terbatas, namun ada penelitian yang menunjukkan bahwa tekanan yang muncul saat tidur menyamping atau tengkurap bisa berkontribusi pada timbulnya kerutan tertentu yang disebut “kerutan tidur” seiring berjalannya waktu. Namun, seorang dokter spesialis kulit bersertifikat, dr. Shamsa Kanwal, menegaskan bahwa posisi tidur sebenarnya hanya memainkan peran kecil dalam tanda-tanda penuaan yang terlihat. Faktor penentu yang lebih besar adalah paparan sinar UV, hilangnya kolagen seiring usia, merokok, dan peradangan kronis.
Garis tidur atau sleep lines ini menjadi lebih nyata seiring bertambahnya usia karena elastisitas kulit alami menurun. Tubuh mulai memproduksi lebih sedikit kolagen dan elastin, yang merupakan protein penting dalam memberikan kekuatan dan fleksibilitas pada kulit. Dr. Marie Jhin, seorang dokter spesialis kulit lainnya, juga menekankan bahwa kulit yang lebih muda memiliki kemampuan untuk pulih dengan cepat. Jadi, meskipun posisi tidur menyamping bisa memberikan efek lokal pada garis tidur, namun faktor-faktor lain seperti paparan sinar UV dan hilangnya kolagen tetap memainkan peran yang lebih besar dalam kesehatan kulit.












